Presiden Joko Widodo.

Jakarta, Seruu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat dalam birokrasi di seluruh tingkatan dari yang terendah sampai level tertinggi, baik di Pemerintahan Daerah (Pemda), Kementerian/Lembaga (K/L) dan juga Kepolisian agar mulai berhati-hati melakukan pungutan liar (pungli).

Hal ini ditegaskan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan penyerahan 3.242 sertifikat tanah Pogram Strategis tahun 2016, di Lapangan Kota Barat, Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (16/10) pagi.

"Tidak hanya urusan sertifikat, tidak hanya urusan SIM, tidak hanya urusan KTP, tidak hanya urusan izin-izin, semuanya akan saya awasi. Hati-hati. Saya sudah mengingatkan," tegas Presiden RI ketujuh itu.

Menghadapi kasus-kasus pungli, Presiden Jokowi dengan tegas menyatakan bahwa, bukan masalah besar uangnya. Seperti kasus yang terjadi di Kementerian Perhubungan, banyak yang bilang masalah kecil, uangnya hanya puluhan juta saja.

Namun Presiden Jokowi menegaskan, "Bukan hanya urusan kecil-kecil seperti itu, yang lebih kecilpun akan saya urus. Bukan hanya urusan Rp500 ribu atau Rp1 juta, urusan Rp10 ribupun nanti akan saya urus," tandas Jokowi.

Pungli, menurut Presiden, walaupun kecil-kecil tapi meresahkan dan juga menjengkelkan. Ia menambahkan memang kecil-kecil, hanya Rp100 ribu, hanya Rp50 ribu, tapi kalau dari Sabang-Merauke ada di kantor-kantor, ada di instansi, ada di pelabuhan, ada di jalan raya, kalau dihitung bisa puluhan triliun.

"Kita harus membangun sebuah budaya yang baik, budaya kerja yang cepat," tegas Presiden Jokowi seraya menegaskan akan mengurus, mengontrol, dan mengawasinya urusan pungli yang kecil-kecilan tersebut secara langsung.

"Kalau urusan yang gede-gede, yang miliar, yang triliun, itu urusannya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),” kata Jokowi dan menambahkan bahwa sekarang sudah dibentuk tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli). Tidak boleh lagi rakyat disusahkan, rakyat harus dimudahkan.

Presiden Jokowi kembali mengatakan, urusan yang kecil-kecil biar urusan dirinya. "Saya urusan Rp10 ribu nggak apa-apa, urusan Rp100 ribu nggak apa-apa, urusan Rp200 ribu nggak apa-apa, tapi masyarakat senang, kalau ingin membuat sesuatu dilayani dengan senyum, dilayani dengan cepat. Keinginan saya hanya itu kok, nggak ada yang lain," ujarnya.

Selanjutnya Presiden Jokowi menegaskan bahwa semua keluhan tentang kasus pungli yang disampaikan melalui akun facebook, twitter, maupun sms akan selalu saya dengarkan dan saya cek ke lapangan.

[hs]