Jakarta, Seruu.com - Wakil Sekjen DPP PKS Mahfudz Siddiq memprediksi, tahun 2012  turbulensi politik akan menguat akibat eskalasi masalah-masalah sosial yang rawan memicu konflik horizontal dan ketidakpuasan terhadap pemerintahan (daerah dan pusat). Jalan kekerasan yang sering digunakan pemerintah dalam menghadapi konflik dengan warganya dan pemihakan negara terhadap pengusaha dinilai akan memicu turbulensi tersebut.

Mahfudz mencontohkan, konflik pertanahan misalnya, sudah pada titik sangat kritis karena makin besarnya jumlah warga masyarakat yang kehilangan akses atas tanah. Sementara penguasaan tanah sebagai alat produksi oleh korporasi atau pemilik modal perseorangan belum membuka ruang kemitraan yang menyejahterakan bagi warga yang tidak memiliki tanah.

"Penyelesaian konflik dengan pendekatan kekerasan sudah jadi tren. Sementara pemerintah daerah dan pusat, termasuk institusi dan aparat keamanan dinilai tidak menegakkan hukum dengan adil, bahkan dipersepsi warga masyarakat cenderung memihak pemilik modal," ujarnya, Selasa (03/01/2011.

Menurut Mahfudz, yang menjadi pertanda gagalnya agenda land reform. Ketika masalah-masalah ini mencuat kepermukaan dan diexpose luas media, maka wajar bila ada respon politik dari politisi.

"Sementara mafia ekonomi sejak lama established dan kerja sistemik. Pemerintahan seperti ayunan ombak baru, tempat mereka berselancar. DPR lebih berisi perahu-perahu kecil yang sibuk terombang-ambing ombak, dan kadang karena riuh bikin eskalasi gelombang yang ada," imbuhnya. [ms]