Konsolidasi Demokrasi Indonesia (Simon/Seruu.com)

Bogor, Seruu.com - Aktivis prodemokrasi asal Maluku, Arnold Thenu berharap agar hasil yang disepakati di Musyawarah Besar Konsolidasi Demokrasi Indonesia (KDI) di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (19/1/2013) kemaren, benar-benar menjadi angin segar bagi seluruh rakyat indonesia tanpa terkecuali.

Menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dimaluku maupun di berbagai daerah sudah mencapai titik klimaks. Di tambah kegagalan pemerintah dalam mengelola bangsa dan negara menjadi nyata sesuai Indeks Negara Gagal (Failed States Index) 2012 yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-63 dari 178 negara,

"Oleh karenanya, solusi untuk perubahan total direpublik ini yaitu revolusi. Tanpa revolusi jangan pernah berharap perubahan sejati dinegeri ini," ungkap Arnold saat ditemui Seruu.com, Minggu (20/1/2013).

Lebih lanjut Ia menegaskan persoalan yang menjangkit bangsa saat ini sudah sangat menyeluruh dan tidak bisa diatasi hanya lewat pemilu atau pergantian kepemimpinan nasional.

"Tidak ada elit parpol yang berpihak rakyat. Rakyat semakin menderita, miskin dan terzolimi. Untuk itu solusi kami, Revousi atau iklaskan Maluku memisahkan diri dari NKRI," tandas dia.

Konsolidasi Demokrasi Indonesia atau dikemas dalam musyawarah akbar lintas pergerakan ini menyoroti kondisi nasional dan berbagai isu di 20 provinsi (peserta KDI).

Acara berlangsung di Evergreen Resort Cisarua, sejak jumat (18/1/2013) dan berakhir Minggu (20/1/2013) pagi, merekomendasikan pembentukan Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia,tak lain untuk menghimpun, mempersatukan aspirasi rakyat indonesia, seperti, mahasiswa, petani, nelayan, buruh, dan sebagainya.[Simon]