Jakarta, Seruu.com - Politisi senior Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Fuad Bawazier menilai banyaknya tragedi kemanusiaan yang diawali dengan konflik antara perusahaan dan masyarakat, mengindikasikan bahwa pemerintah saat ini sudah kembali seperti zaman VOC dulu.

Hal disampaikan Fuad, seiring dengan adanya tragedi Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan tragedi Mesuji, perbatasan Lampung dan Sumatera Selatan, diamana kasus tersebut, menurut Fuad telah mengindikasikan keberpihak pemerintah kepada kaum pemodal.

"Ini negeri sudah berubah jadi pemerintahan VOC, yaitu negeri dikuasai corporate dan didukung pemerintah jahat," ungkap Fuad yang hadir dalam acara konfrensi pers "Tuntutan Rakyat Mesuji" di Gedung Cawang Kencana, Jakarta Timur, Selasa (03/12/2012)

Dikatakan Fuad, kondisi seperti ini mengakibatkan, aparat keamanan yang seharusnya mengayomi masyarakat, malah berpihak kepada pemodal, dengan menjadi centeng dan kaki tangan pihak pengusaha.

"Aparatnya, cuma jadi jongos, centeng, rezim seperti ini harus kita akhiri," tegasnya.

Seperti yang diketahui, kasus pembubaran paksa aksi pendudukan warga Bima terhadap Pelabuhan Sape, harus berakhir dengan rentetan senjata aparat kepolisian yang menewaskan tiga orang. Aksi pendudukan sendiri dilakukan agar pemerintah setempat mencabut izin pengelolaan tambang yang merugikan masyarakat sekitar.

Sementara tragedi Mesuji, dimulai dengan adanya konflik perkebunan antara masyarakat setempat dengan perusahaan kelapa sawit. Dalam hal ini, pihak perusahaan menerjunkan PAM Swakarsa, untuk menteror masyarakat. Bahkan, dua orang warga setempat dinyatakan tewas dengan cara digorok oleh PAM Swakarsa. (nurholis)