Letjen (purn) Saurip Kadi

Jakarta, Seruu.com - Temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Mesuji yanh dipimpin oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana disinyalir hanya akan menjerat prajurit bawahan sebagai orang yang bersalah dalam tragedi kemanusiaan tersebut.

Hal ini seperti yang dikatakan oleh Mayjen (purn) Saurip Kadi, yang juga pendamping warga Mesuji untuk mengadukan kasus ke DPR RI.

"Temuan TGPF niscaya akan dangkal dan hanya penghalusan dari kesimpulan jajaran kepolisian dan pemerintah daerah sebagaimana yang sudah dilansir selama ini," ungkap Saurip dalam konfrensi pers "Tuntutan Rakyat Mesuji" di Gedung Cawang Kencana, Jakarta Timur, Selasa (03/01/2012)

Menurut Saurip, hal ini dikarenakan TPGF tidak bekerja dari persoalan yang dilaporkan rakyat, namun mereka bekerja untuk menutupi kebobrokan pemerintah.

"Ujung dari keberadaan TGPF hanya akan mengantar prajurit bawahan masuk penjara, bukan membongkar akar masalah penyebab terjadinya tragedi kemanusiaan tersebut," terangnya.

Bahkan, rekomendasi yang dikeluarkan oleh TGPF telah melukai hati rakyat, sebab, dalam laporan tersebut, seakan-akan tidak pernah ada tragedi kemanusiaan di wilayah Mesuji dan sekitarnya, sehingga pemerintah beranggapan tidak perlu turun tangan secara langsung.

"Karena yang diperlukan rakyat adalah tindakan kongkrit di lapangan oleh pemerintah," tandasnya.

Seperti yang diketahui, kasus Mesjui bermula dari pergolakan bisnis sawit yang tidak jujur dan merugikan masyarakat. Bisnis yang dilakukan adalah kerjasama Perkebunan Inti Rakyat (PIR) yang dilakukan sejak tahun 1997, yang dilakukan oleh PT. Treekreasi Margamulya (TM/Sumber Wangi Alam). Tercatat, tindak kekerasan meningkat setelah PT SWA menolak mengembalikan lahan kepada masyarakat, dalam kurun waktu 2 tahun terakhir. [nurholis]