Warga penganut aliran Syiah yang terpaksa mengungsi pasca pembakaran dan penjarahan rumah serta harta benda mereka di Sampang

Jakarta, Seruu.com - Polri telah menetapkan satu tersangka kasus pembakaran rumah dan tempat ibadah dan musala di Sampang, Madura, Jawa Timur, yang terjadi pada Kamis (29/12). "Dari rekaman-rekaman video dan juga keterangan saksi-saksi dan alat bukti di lapangan, Polres Sampang kini menetapkan satu tersangka pembakaran dengan inisial M, warga Desa Pandan," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Inspektur Jenderal Polisi Saud Usman Nasution di Jakarta, Senin (2/1)

Menurutnya, kejadian bermula dari konflik internal keluarga yang melibatkan adik-kakak, Rois Alhukama yang berseteru dengan Tajul Muluk yang berbeda paham dalam penerapan ajaran agama kepada santri. "Mereka hanya diperiksa sebagai saksi saja," kata Saud terkait kedua orang yang memicu tindakan anarkis tersebut yang belum ditetapkan sebagai tersangka.

Penangkapan pelaku pembakaran lembaga pendidikan kelompok Islam Syiah di Desa Karang Gayam ini dilakukan setelah sebelumnya polisi melakukan penyelidikan dan memeriksa sedikitnya 15 orang saksi dari total 21 orang direncanakan akan diperiksa. Konflik bernuansa SARA antara kelompok Islam Sunni dan kelompok Islam Syiah di Sampang ini telah menyebabkan ratusan keluarga telantar. Mereka terpaksa tinggal di lokasi penampungan.

Sebanyak 270 dari total 351 orang lebih dari kelompok Islam Syiah dievakuasi ke GOR Wijata Kusuma depan kantor Bupati Sampang. Konflik kelompok Islam Sunni dan kelompok Islam Syiah di Kabupaten Sampang ini sudah terjadi sejak 2006. Namun hingga kini belum bisa diredam sampai akhirnya terjadi aksi anarkis berupa pembakaran.