Hartati Murdaya (Istimewa)

Jakarta, Seruu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan telah menetapkan pengusaha ternama, Hartati Murdaya sebagai tersangka baru dalam kasus suap penerbitan izin Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit di Buol, Sulawesi Tengah.

Sumber di internal KPK menyebutkan bahwa pimpinan KPK telah rampung melakukan gelar perkara atau ekspose dalam kasus ini. Dari hasil ekspose dan pengembangan itulah kemudian ditemukan dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan Hartati sebagai tersangka.

Meski demikian, menurut sumber penetapan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini sebagai tersangka masih terkendala persoalan belum dibuatnya surat perindah penyidikan (sprindik).

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengakui bahwa pihaknya memang telah rampung melakukan ekspose dalam kasus suap Buol ini pada Senin (06/08/2012) lalu. Dia pun menyebut akan adanya penetapan tersangka baru.

"Yang dibahas adalah progres pemeriksaan dan potensi penetapan tersangka lain,” kata Bambang di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (07/08/2012)

Sayangnya, pada kesempatan itu Bambang enggan menyebut nama yang kemungkinan akan ditetapkan sebagai tersangka teranyar. Menurutnya, tersangka baru, akan diumumkan apabila momentumnya tepat.

“Nanti pada saat yang tepat akan dikemukakan progres dari kasus Buol," ujarnya.

Seperti yang diberitakan, Hartati Murdaya pemilik perusahaan PT Hardaya Inti Plantation yang diduga terlibat dalam kasus suap terhadap Bupati Buol, Amran Batalipu, terkait izin penerbitan HGU kelapa sawit perusahaannya di wilayah tersebut.

Kasus ini terbongkar ketika KPK menangkap Manajer PT Hardaya Inti Plantation, Yani Anshori beserta Dirkturnya, Gondo Sudjono. Sementara itu, suap yang diberikan pada Amran sebesar Rp 3 Milyar, diduga Hartati juga ikut berperan dalam proses suap ini.

Saat ini KPK sendiri telah melakukan pencegahan terhadap Hartati agar yang bersangkutan tidak bepergian ke luar negeri. Sedikitnya, Hartati telah dua kali dimintai keterangannya sebagai saksi oleh penyidik KPK. Namun, dia membantah terlibat dalam kasus tersebut. [nurholis]