Bupati Buol, Amran Batalipu

Jakarta, Seruu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin kembali memeriksa Bupati Buol Amran Batalipu, tersangka kasus dugaan suap penerbitan hak guna usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, sebagai tersangka.


Amran diperiksa selama tujuh jam sejak pagi hingga sore. Sebelumnya KPK juga pernah memeriksa Amran sebagai tersangka.  Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan, pemeriksaan terhadap Ketua DPD Golkar Sulteng itu dilakukan untuk menemukan informasi baru dan meminta keterangan-keterangan tambahan.


“Hari ini (kemarin) memang AB (Amran Batalipu) kita periksa sebagai tersangka, ” kata Johan saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, kemarin malam.


Pekan depan tim penyidik akan memanggil saksi-saksi terutama untuk tersangka Hartati Murdaya.


Sementara itu, kuasa hukum Amran,Amat Y Entedaim, mengakui kliennya dimintai diperiksa terkait pertemuan-pertemuan Amran dengan sejumlah petinggi PT Hardaya Inti Plantations (perusahaan milik Hartati) dalam kaitan pemberian uang tunai senilai Rp3 miliar. Hartati Murdaya bahkan turut hadir dua kali di tempat berbeda. “Yang jelas banyak yang hadir, Ibu Hartati ada, termasuk Totok Lestiyo.


Dua kali pertemuan itu ada Ibu Hartati. Pertemuan itu untuk pemberian dana bantuan pilkada. Pemberiannya dua tahap. Dia siap membantu Rp3 miliar.Yang pertama Rp1 miliar, yang kedua Rp2 miliar,” katanya.


Dia menegaskan, PT HIP termasuk Hartati Murdaya telah mendesak kliennya untuk meloloskan izin HGU PT HIP yang belum tersertifikasi sebelum pertemuan yang dilakukan pada Juni 2012 itu. [ms]