Jakarta, Seruu.com -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Buol, Amran Batalipu terkait kasus dugaan suap penerbitan Hak Guna Usaha perkebunan kelapa sawit di  Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah.


"Iya, yang bersangkutan diperiksa sebagai tersangka," ungkap Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha di KPK, Jakarta, Jumat (10/8/2012).


Pemeriksaan ini untuk mendalami keterangannya sebagai tersangka. Apalagi sebelumnya Juru Bicara KPK, Johan Budi mengatakan bahwa penyidik terus mengembangkan kasus ini untuk mencari kemungkinan keterlibatan pihak lain.


Seperti biasa, Amran dibawa ke gedung KPK menggunakan mobil tahanan. Namun Ketua DPD Golkar Buol itu enggan bicara ke media mengenai kasus yang juga menjerat pengusaha Hartati Murdaya.


Amran yang ditahan KPK sejak 6 Juli 2012 lalu ditengarai menerima suap dengan nilai yang diduga mencapai
Rp3 miliar dari dua petinggi PT Hardaya Inti Plantations yakni Yani Anshori dan Gondo Sudjono yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka.


Selain itu, pada 8 Agustus 2012 lalu, KPK telah menetapkan Presiden Direktur PT HIP dan PT CCM, Hartati Murdaya sebagai tersangka kasus ini. Ia diduga kuat sebagai orang yang melakukan pemberian uang sebesar tiga miliar rupiah kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara, yaitu tersangka Bupati Buol, Amran Batalipu. [ms]