Dieng Plateau area

Wonosobo, Seruu.com - Bencana banjir bandang dan tanah longsor di Desa Tieng Kecamatan Kejajajar, Wonosobo (Jateng), pada Minggu (18/12) lalu berimbas terhadap penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke Dataran Tinggi Dieng pada masa liburan natal dan tahun baru kali ini. Meskipun demikian, pada malam tahun baru, banyak home stay di Dieng yang dipesan wisatawan, bahkan ada beberapa wisatawan yang tidak kebagian kamar.

"Dibanding masa liburan natal dan tahun baru tahun lalu,  jumlah wisatawan ke Dieng kali ini memang menurun. Namun penurunan itu tidak sampai drastis, karena pada malam tahun baru banyak home stay yang  dipesan wisatawan, bahkan ada beberapa yang sampai menolak, karena kamar penuh," ujar Ketua Kluster Pokja Dieng Pandawa, Alif Fauzi, Minggu (1/1).

Alif Fauzi mengakui, penurunan jumlah pasien , karena imbas bencana tanah longsor di Desa Tieng dua pekan lalu.

Saat bencana terjadi, Minggu (18/12) lalu, jalan utama ke obyek wisata di perbatasan Wonosobo dan Banjarnegara  sempat tertimbun longsor dan ditutup sehari hingga Senin (19/12) siang.

"Meskipun kini transportasi sudah normal, namun arus kedatangan wisatawan belum maksimal," ujarnya.

Saat ini, lanjut Alif Fauzi, ada puluhan home stay di Dieng, selain hotel yang bisa menerima wisatawan untuk menginap.

Konsep homestay merupakan rumah singgah yang menawarkan penginapan bagi wisatawan menyatu dengan pemilik rumah. Homestay dikembangkan oleh masyarakat mengingat keterbatasan hotel di Dieng.

"Saat libur tahun baru terjadi kenaikan tarif homestay, dari biasanya Rp 150.000/malam menjadi Rp 200.000/malam," ujarnya. [py]