Foto: sunlive.co.nz

Selandia Baru, Seruu.com - Buruknya pertumbuhan tanaman avokad atau dikenal juga dengan alpukat di Selandia Baru pada musim ini telah mendorong peningkatan pencurian kebun-kebun avokad.

Polisi mengatakan dalam waktu setengah tahun ini saja, tercatat 40 pencurian kebun avokad, khususnya di kawasan sebelah utara negara tersebut.

Peningkatan permintaan pasar internasional dan kurangnya pasokan telah meningkatkan harga avokad di Selandia Baru sebesar 17% dibanding tahun lalu.

Pencurian diperkirakan berlangsung pada malam hari dengan langsung memetik satu per satu buah avokad dari pohonnya.

"Mereka pasti menghabiskan waktu berjam-jam untuk memetik buah dari pohon, mengangkatnya ke dalam mobil. Kami belum bisa memastikan apakah mobil diparkir di jalanan atau dibawa ke dalam kebun," kata Sersan Polisi wilayah Waihi, Aaron Fraser, kepada situs NZFarmer.co.nz.

Kasus terbaru adalah pencurian 350 avokad akhir pekan lalu, ketika rakyat Selandia Baru ikut merayakan peringatan ulang tahun Ratu Eilzabeth II.

Avokad curian itu -seperti dilaporkan NZFarmer.co.nz- diduga ditawarkan kepada para penjual di pasar atau toko-toko kecil karena pusat perbelanjaan besar biasa menetapkan spesifikasi tertentu. Dipetik dari BBC (mw)