Ilustrasi (Istimewa)

Padang, Seruu.com - Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) segera menyelidiki penyebab terjadinya kecelakaan maut di Pasar Usang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padangpariaman, Sumatra Barat pada Selasa(15/1/2013).

"Lebih dari enam orang korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas itu, maka KNKT menyelidiki kasus tabrakan maut di Pasar Usang, Kabupaten Padangpariaman," kata Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Mudrika, di Padang, Rabu (16/1/2013).

Menurut dia, dugaan sementara kecelakaan maut itu akibat dari kelalaian sopir travel "Taksi Kita Bersama dengan nomor polisi (Nopol)  BB 1130 FP jurusan Padangsidempuan-Padang. "Untuk sekarang ini Dishub Sumbar berkerjasama dengan pihak kepolisian untuk mengungkap kasus tabrakan maut tersebut," kata dia.

Berdasarkan informasi sementara, tambah Mudrika diketahui bahwa Angkutan Kota (angkot) Koala nopol BA 2892 FE naas yang mengalami kecelakaan tersebut, di sesaki penumpang yang berjumlah 18 orang dalam satu angkot termasuk sopir. Sedangkan travel maut dari Padang Sidempuan dengan jumlah penumpang delapan orang tersebut, menggunakan plat hitam dan melaju kencang.

"Dishub Sumbar akan koordinasi dengan Dishub Padangsidempuan untuk menanyatakan serta izin trayek minibus travel "Taksi Kita Bersama" yang menggunakan plat hitam dalam operasi," kata Mudrika.

Dia mengatakan, korban kecelakaan yang mengalami luka-luka ada dibawa petugas ke RSUP M.Djamil Padang, maupun ke Puskesmas Batang Anai, Kabupaten Padangpariaman. "Sedangkan tujuh orang korban meninggal dunia telah dibawa pihak keluarga untuk segera dimakamkan," kata dia.

Dia menambahkan, barang bukti berupa dua unit kendaraan terlibat kecelakaan di Pasar Usang telah dibawa ke Mapolres Padangpariaman. "Sopir minibus travel atas nama  Asmar Polung, dirawat intensif di Puskesmas Pasar Usang, Padangpariaman yang mengalami luka parah di bagian kaki," kata dia.[ant]