Dua pasang calon bupati Cilacap saat melakukan debat publik (Foto: Prayitno/Seruu.com)

Cilacap, Seruu.com – Dua pasangan calon masing-masing Novita Wijayanti-Mohamad Muslich (nomor urut 1) dan pasangan Tatto Suwarto Pamuji-Akhmad Edi Susanto (2), akan bertarung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang digelar, Minggu (9/9/2012) hari ini. Novita-Muslich diusung PDIP dan Demokrat serta partai lainnya, sedang Tato –Akhmad Edi disusung Golkar dan partai kecil lainnya.

Novita Wijayanti akan menggunakan hak pilih di TPS 8 Desa Karangpucung, Mochamad Muslich di TPS 18 Kelurahan Gumilir. Sedangkan Tatto Suwarto Pamuji menggunakan hak pilih di TPS 1 Kelurahan Sidanegara, sementara Akhmad Edi Susanto bakal menggunakan hak pilih di TPS 14 Desa Jeruklegi Kulon.

Ketua KPU Kabupaten Cilacap, Warsid  mengatakan sebanyak 1.498.215 jiwa yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) diharapkan akan mengunakan hak pilihnya pada 3.066 TPS yang tersebar di 269 desa dan 15 kelurahan di 24 kecamatan.

“Kami berharap seluruh pemilih dapat menyalurkan hak suaranya. Karena merekalah yang akan menentukan nasib Cilacap lima tahun ke depan. Setiap warga bisa saling menjaga kondusifitas agar proses demokrasi Pilbup Cilacap benar-benar bermartabat dan menghasilkan pemimpin yang bermartabat pula.,” harap Warid.

Warsid menjelaskan, untuk penyelenggaran satu putaran mencapai Rp 16,832 milyar lebih. Jika terealisasi, artinya angka estimasi ini jauh dibawah perkiraan sebelumnya yang diatas 30 milyar namun untuk dua putaran. Diantara alokasi anggaran ini adalah untuk kegiatan perhitungan suara cepat (quick count) pasca pencoblosan 9 September 2012 di aula KPU Kabupaten Cilacap. Mekanisme perhitungan cepat ini dengan sistem entridata melalui website KPU Kabupaten Cilacap dengan mengakomodir hasil perhitungan suara di tiap TPS. Selanjutnya entri data ini dapat diakses melalui situs resmi KPU Kabupaten Cilacap.

Sementara itu untuk pengamanan pilkada di kabupaten yang paling luas di Jawa Tengah ini dikerahkan 6.830 personil.   Jumlah ini terdiri dari aparat kepolisian yang mencapai 1.000 personil, TNI AD dan AL, Satpol PP dan sekitar 7.500 anggota Linmas. Pengamanan ini didukung dengan sejumlah fasilitas kendaraan seperti Rantis, Tank Baja, Amphibi, Water Canon dan lainnya.

Kapolres Cilacap AKBP Rudi Darmoko menyatakan dari jumlah personil yang ada mayoritas melakukan pengamanan  langsung dan selebihnya sebagai pasukan cadangan serta di bawah kendali operasi (BKO). Untuk pasukan BKO antara lain terdiri dari PHH dan Tim Jibom Brimop Polda Jateng sebanyak 220 personil atau 2 Satuan Setingkat Kompi (SSK). BKO Dalmas Polres Eks Polwil Banyumas 100 personil.  Sebuah helikopter turut disiapkan untuk melakukan pantauan udara. “Prinsipnya kami siap bahu membahu untuk mengamankan Pilbup Cilacap” tegas Kapolres.

Komandan Kodim  0703 Cilacap Letkol Infanteri Harzeni Paeni mengatakan total pasukannya yang  di BKO-kan jumlahnya mencapai 700 personil.  “Intinya kami siap memback-up pengamanan yang dilakukan oleh Polres Cilacap dan unsur lain terutama pada titik-titik yang rawan terjadi gejolak selama Pilkada” tegas Dandim.

Dijelaskan, dari BKO ini antara lain untuk Yonif 405 dan Subdenpom masing-masing diturunkan sebanyak 300 personil. Sejumlah obyek vital  menjadi salah satu titik penjagaan, mulai Pertamina, PLTU dan lainnya termasuk stasiun dan terminal. BKO juga akan dilakukan untuk titik tertentu pada TPS yang dinilai rawan. [py]