Alm Alawy Yusianto Putra (Tengah), Anak SMA 6, yang diserang gerombolan anak 70 (Foto: Sumber Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Korban meninggal dunia, pelajar kelas X SMAN 6, Alawy Yustianto Putra yang diserang segerombolan pelajar SMAN 70 ketika ingin mencari makan bersama kedua rekannya di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan adalah pribadi yang ceria dan suka bergaul.

"Alawy keseharian disekolah, ia adalah orang yang baik, suka melucu di kelas, dan suka ngebanyol," kata salah satu teman Alawy yang tidak mau disebutkan namanya kepada Seruu.com, Jakarta, Senin (24/9/2012).

Sumber itu menjelaskan bahwa, Alawy dikelas juga dikenal sangat rajin dalam pelajaran. Dan, pelajar yang begajulan tidak nampak pada dirinya. Pasalnya, Alawy dikenal senang sekali bermain band.

"Alawy itu orangnya tidak pernah berantem. Dia lebih suka bermain band daripada tawuran," jelasnya.

Lebih lanjut, sebelum alm Alawy meninggal dunia, ia menemukan suatu hal yang aneh. Dikatakannya, Alawy terkesan berdiam diri ketika selesai mengerjakan soal ujian yang diadakan SMAN 6.

"Setelah ujian, sikap Alawy jadi diam. Dia kan sebenarnya orang yang ceria, tetapi tiba-tiba dia diam," ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, Alawy merupakan korban penusukan di insiden perempatan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (24/9/2012) siang. Alawy bersama kedua rekannya diserang oleh segerombolan pelajar SMA 70 ketika ingin mencari makanan di kawasan Bulungan.

"Alawy bersama kedua rekannya sedang mencari makanan dikawasan bulungan. Tiba-tiba mereka diserang oleh segerombolan pelajar SMA 70," sebelumnya, kata Husniwati, Staff Kesiswaan SMA 6.

Husniwati menjelaskan Alawyy meninggal karena ditusuk dengan celurit di bagian dada. Tak hanya Alawyy yang menjadi korban, tetapi kedua rekannya juga mengalami luka ringan.

"Alawy meninggal karena luka tusuk dibagian dada dengan celurit," demikian Husniawati. [Wish]