Novie Amelia

Jakarta, Seruu.com - Polda Metro Jaya mengecam pengambil dan penyebar foto Novi Amalia yang berbusana minim saat berada dalam tahanan polisi. Namun mereka juga membantah bahwa pelaku penyebaran dan pengambil gambar adalah aparat kepolisian.


"Tidak seharusnya (foto Novi) menjadi konsumsi publik. Itu kan sudah tidak manusiawi, pelecehan. Harusnya tetap dijaga, jangan sampai ada yang mengeksploitasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Jakarta, Selasa (16/10/2012).

Foto Novi Amalia yang hanya mengenakan bra berwarna biru tosca dan celana pendek yang dominan warna putih dalam berbagai pose. Latar peristiwa menunjukkan sebuah ruang bersekat yang berisi kasur gas berwarna abu-abu tua dan seperangkat komputer.

Polda juga membantah penyebaran foto Novi dilakukan oleh anggota Korps Bhayangkara. Rikwanto berdalih siapapun bisa mengambil foto Novi dan menyebarkan di dunia maya. Walau pihak kepolisian bisa melacak, menurut dia, hal itu butuh waktu. Pasalnya, banyak orang yang terlibat pada saat insiden terjadi.

Terlebih, sejak kejadian tabrakan, Novi sudah melucuti pakaiannya sendiri. "Dia saat diamankan sudah dipakaikan baju. Mungkin in between ada yang ambil kesempatan. Kantor polisi juga kan milik masyarakat, bukan tempat yang steril, siapapun bisa masuk dalam kondisi itu," kilahnya.

Pada Kamis (11/10), model majalah dewasa Novi Amalia menabrak tujuh orang saat mengemudikan sedan Honda Jazz merah. Saat itu ia hanya mengenakan setelan pakaian dalam. Dua anggota Polri termasuk di antara korban tabrakan. [ndis]